Sulam Tangan Banjarmasin
oleh : Ibu Farid
Bisnis kerajinan sulam tangan yang saya kelola berlokasi di Jalan Batu Benawa II Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin sekitar 2 km dari pusat kota Banjarmasin dengan nama RUMAH SULAM BATU BENAWA. Para pengrajin terdiri dari ibu ibu rumah tangga dan remaja putri yang berada di lingkungan sekitar.
Berawal dari ”keinginan” yang sederhana yakni ingin memberikan keterampilan sulam tangan yang bermanfaat dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para ibu-ibu dilingkungan Jalan Batu Benawa Mulawarman Banjarmasin.
Kegiatan ini diawali dengan mengajak beberapa ibu-ibu dan remaja puteri selepas pekerjaan rumah tangga pada sore hari dengan mengajari secara berkelompok agar terampil menyulam tangan.
Dengan kegiatan secara kelompok saya dapat mengontrol dengan jelas hasil pekerjaan para pengrajin.
Setiap pekerjaan pengrajin harus diarahkan sedemikian rupa agar dapat hasil yang bagus, walaupun pada mulanya sering terjadi kesalahan dan hasil kurang memuaskan namun secara perlahan keterampilan pengrajin mulai meningkat demikian juga kecepatannya.
Setiap tehnik menyulam yang saya ajarkan harus dapat diterima dengan baik dan diterapkan pengrajin ke dalam bahan kain yang sudah disediakan, karena saya harus mendorong pengrajin untuk berani mengaplikasikan kemampuan mereka ke kain yang siap di jual.
Namun demikian kegiatan proses belajar menyulam tangan ini tetap saya sampaikan secara santai tapi serius, bahkan kadang secara bergurau agar suasana menjadi akrab. Tidak jarang kami tertawa berderai karena setiap berkumpul selalu ada cerita cerita lucu mengenai pengalaman hidup masing masing.
Kegiatan ini awalnya hanya dimulai 2 orang saja. Saat ini sudah lebih dari20 orang pengrajin dan penjahit yang sudah bergabung serta menaruh harapan sebagai sumber penghasilan tambahan keluarganya.


Kegiatan di mulai dengan memindahkan motif yang sudah saya sediakan ke kain, kemudian menentukan warna benang sesuai dengan warna kain yang akan di sulam, selanjutnya siap untuk di sulam. Setelah kain selesai di sulam selanjutnya di jadikan baju sesuai dengan model yang di inginkan oleh pelanggan. Untuk mencapai tahap tersebut saya juga mendidik beberapa orang tenaga jahit agar siap pakai, mulai dari membuat pola sampai pada tahap penyelesaian jahitan.
Saya selalu berusaha memperbaharui motif sulaman agar sulaman yang kami hasilkan tidak terkesan monoton.
Dalam mengajarkan kerajinan sulam tangan ke pengrajin tidak bisa hanya sekadar transfer kepandaian menjahit dan sulam tangan saja, tetapi untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap pekerjaan ini setiap hasil pekerjaan harus saya apresiasi dan hargai dengan memberi upah untuk setiap kain yang selesai dikerjakan walaupun hasilnya masih belum sesuai dengan keinginan saya.

Namun saya yakin hasil yang baik tinggal menunggu waktu, karena motivasi pengrajin harus ditumbuhkan terus dengan cara menghargai hasil karya mereka walaupun dengan pengorbanan berupa biaya upah yang harus saya keluarkan.
Untuk menunjang hasil yang bagus tentunya harus dengan menanamkan seni menyulam tangan dan merangkai warna benang diatas kain aplikasi, sehingga semakin menumbuh rasa cinta kepada sulam tangan itu sendiri.
Dengan melakukan pembinaan yang terus menerus semua pengrajin Rumah Sulam Batu Benawa saat ini sudah merupakan tenaga yang bisa di perhitungkan dan siap mandiri jika mereka menginginkan untuk berdiri sendiri.

Perlu pembaca ketahui keterampilan sulam tangan ini sebenarnya saya dapatkan dari tanah leluhur saya di Padang Panjang Sumatera Barat. Pada mulanya secara tidak sengaja pada sewaktu pulang kampung halaman saya belajar sulam tangan disana disamping itu juga belajar sulam tangan dari Ibu Saya yang memiliki keahlian menyulam turun temurun.
Saat kami pindah ke Banjarmasin kampung halaman suami saya, saya melihat gaya hidup terutama kaum perempuan Banjarmasin yang suka memakai gaun busana modis dalam menghadiri acara resepsi. Saya juga melihat karakter Ibu-Ibu di Kota Banjarmasin yang menyukai busana dan gaun yang bercorak macam-macam bahkan terkesan wah…untuk menghadiri acara.


Pengamatan saya setiap acara resepsi atau acara pengajian busana yang dipakai para Ibu-Ibu selalu berbeda sehingga saya mendapat kesimpulan bahwa busana untuk acara-acara di kota Banjarmasin merupakan suatu kebutuhan yang cukup tinggai.
Sehingga saya terpikir kenapa tidak mencoba mengembangkan busana-busana yang dapat dipakai para Ibu-Ibu yang bisa menambah nilai kepada si pemakainya.
Berbeda dengan pakaian-pakaian yang terkesan pasaran yang dibuat dalam jumlah banyak sehingga si pemakai terkesan tidak memiliki prestise tersendiri. Busana yang saya tawarkan adalah busana khusus dengan motif sulam tangan khas motif Banjarmasin dipadu dengan motif lain dan telah di modifikasi sedemikian rupa serta dilengkapi dengan pernik pernik yang dapat menunjang keindahan sulam tangan itu sendiri seperti batu batuan, permata, monte, dll.

Selain itu kami juga melayani busana untuk ibu ibu yang menginginkan model dan motif sulam yang berbeda dengan yang lainnya, sehingga kami hanya memproduksi model dan motif satu jenis saja untuk satu pelanggan.
Model Busana pun dikembangkan sesuai dengan model-model yang ada di majalah yang sedang trend modenya. Bahan pakaian dipesan khusus dari pelanggan saya di Jakarta dengan jenis kain yang berkwalitas dan yang sedang di gemari.
Harga yang kami tawarkan pun cukup terjangkau berkisar antara Rp. 150.000,- s/d Rp. 600.000,- tergantung jenis kainnya. Pelanggan bisa hanya membeli bahan yang sudah di sulam saja, tetapi kami juga melayani para pelanggan yang langsung minta di rancangkan dan di jahitkan.
Prinsip yang selalu saya tekankan kepada pengrajin adalah kepuasan pelnggan adalah tolak ukur keberhasilan kita. Semua kebutuhan dan masalah pelanggan mengenai busana akan terselesaikan dengan mengunjungi rumah sulam kita. Karena sering sekali pelanggan yang datang masih bingung dalam menentukan bahan, motif sulaman, serta model baju yang cocok untuk ukuran tubuh mereka, maka kami selalu siap untuk membantu.
Dengan pelayanan yang kami berikan saat ini pelanggan tidak hanya berasal dari dalam kota Banjarmasin saja tetapi sudah berasal dari beberapa propinsi di Kalimantan.
Untuk memperluas pasar saya juga menerapkan penjualan secara multi level, dimana kami juga melayani para penjual yang mengambil dalam jumlah banyak, tetapi motif maupun model tetap saya batasi jumlahnya demi mempertahankan kwalitas dan pasar yang ada.
Seiring dengan berjalannya waktu usaha ini terus meningkat dengan tenaga kerja yang sudah terlatih dan kami Rumah Sulam Batu Benawa siap melayani anda para ibu ibu yang ingin tampil beda dengan busana yang elegan.



Pesanan dapat juga dilayani melalui telpon dengan motif dan model seperti yang mereka lihat dari pemakai lain namun saya tetap buatkan secara khusus sehingga tetap para pemakai lama juga tidak kecewa karena ada pakaian yang sama.
Melihat perkembangan yang luar biasa ini saya mencoba terus mengembangkan usaha sulam tangan ini karena suami juga mendukung bahkan saya mulai mampu menabung dari hasil jerih payah saya.
Hasil produksi juga banyak dipesan untuk gift khas Banjarmasin oleh beberapa kantor Instansi di Banjarmasin.
Sekarang usaha ini terus kami jalankan dan kembangkan, saya tetap berkomitmen dengan keinginan saya bahwa usaha ini dapat menjadi penghasilan tambahan dan membantu bagi para Ibu-Ibu dan remaja puteri di Banjarmasin khususnya jln. Batu Benawa .
Usaha sulam tangan ini sudah menjadi sumber hidup untuk dapat menunjang kehidupan para pengrajin di Lingkungan Jalan Batu Benawa II Banjarmasin.
Penulis Ibu Farid
——00000OOOO00000——-