WE RECOMMEND

  • Advertise Here
  • Advertise Here
  • Advertise Here
  • Advertise Here

Hand embroidered of Banjarmasin.

Posted by | Article | Wednesday 18 November 2009 4:57 pm

By : Ny. Muhammad Farid Ma’rof

Initially inspired by patching the hands of the desire to have an icon unique crafts of Banjarmasin is already rare. Hand embroidery crafts only applied in many decorative tablecloths, handbags, wall hangings, etc., but not seen an application in the fashion clothing that look fashionable and stylish. The Products became less and less has been done meaning when the days of the flexible fingers of the craftswomen’s fingers with a very rich motifs and ethnic inspiring.

Hand embroidery craft activity which many favored the womens and adolescent girls are stored only in an activity, leisure activities can also be said even of the unemployed activities. This condition is not good of hand embroidery craft becomes almost worthless. Not even touched the commercial flow of additional income-earning.

To promote activities that are not meaningful to be a valuable activity and full of  dignity, especially their functions makers raised the postscript of womens and young girls needed the efforts of craftswomens to build morale by providing an appreciation of the additional income can help her families.

Applications developed into a more valuable output and varied, the motive is more developed in the nuances of fashion creations are more modern and tasteful of course market. The handicrafts must not automatically be accepted levels of society, need to be developed more in the nuances of a more modest fashion with creative motifs are combined with ethnic motifs from other regions so that even overseas market acceptable products.

The Clothing with a distinctive hand embroidered Banjarmasin, now many very popular among certain circles, especially middle and upper. This is not out of hand embroidery application in the form of Moslem dress or clothes that fit the form the embroidery motifs and fashion models are used in accordance with the wishes of the consumers.

The development of hand embroidery not only that the motive applications richer and motifs inspired more daring can even combined with batik and other batik sasirangan (typical batik of Banjamasin) and the development of an appropriate fashion with the development of a more elegant fashion and still not leave the typical Banjarmasin hand embroidery has been made Banjarmasin typical hand embroidery can be accepted by all consumers.

Membangun Motivasi Pengrajin Sulam Tangan Banjarmasin

Posted by | Article | Monday 16 November 2009 4:34 pm

Sulam Tangan Banjarmasin

oleh : Ibu Farid


Bisnis kerajinan sulam tangan yang saya kelola berlokasi  di Jalan Batu Benawa II  Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin sekitar 2 km dari pusat kota Banjarmasin dengan nama RUMAH SULAM BATU BENAWA. Para pengrajin terdiri dari ibu ibu rumah tangga dan remaja putri yang berada di lingkungan sekitar.

Berawal dari ”keinginan” yang sederhana yakni ingin memberikan keterampilan sulam tangan yang bermanfaat dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para ibu-ibu dilingkungan Jalan Batu Benawa Mulawarman Banjarmasin.

Kegiatan ini diawali dengan mengajak beberapa ibu-ibu dan remaja puteri selepas pekerjaan rumah tangga pada sore hari dengan mengajari secara berkelompok  agar terampil menyulam tangan.

Dengan kegiatan secara kelompok saya dapat mengontrol  dengan jelas hasil pekerjaan para pengrajin.

Setiap  pekerjaan pengrajin harus diarahkan sedemikian rupa agar dapat hasil yang bagus,  walaupun pada mulanya  sering terjadi kesalahan  dan hasil kurang memuaskan namun secara perlahan keterampilan pengrajin mulai  meningkat demikian juga kecepatannya.

Setiap tehnik menyulam yang saya ajarkan  harus dapat diterima  dengan baik dan diterapkan pengrajin ke dalam bahan kain yang sudah disediakan, karena saya  harus mendorong pengrajin untuk berani mengaplikasikan kemampuan mereka ke kain yang siap di jual.

Namun demikian kegiatan proses belajar menyulam tangan ini tetap saya sampaikan secara santai  tapi serius, bahkan kadang secara bergurau agar suasana menjadi akrab. Tidak jarang kami tertawa berderai karena setiap berkumpul selalu ada cerita cerita lucu mengenai pengalaman hidup masing masing.

Kegiatan ini awalnya hanya dimulai 2 orang saja.  Saat ini sudah  lebih dari20 orang pengrajin dan penjahit yang sudah bergabung serta menaruh harapan sebagai sumber penghasilan tambahan keluarganya.

Kegiatan di mulai dengan memindahkan motif yang sudah saya sediakan ke kain, kemudian menentukan warna benang sesuai dengan warna kain yang akan di sulam, selanjutnya siap untuk di sulam. Setelah kain selesai di sulam selanjutnya di jadikan baju sesuai dengan model yang di inginkan oleh pelanggan. Untuk mencapai tahap tersebut saya juga mendidik beberapa orang tenaga jahit agar siap pakai, mulai dari membuat pola sampai pada tahap penyelesaian jahitan.

Saya selalu berusaha memperbaharui motif sulaman agar sulaman yang kami hasilkan tidak terkesan monoton.

Dalam mengajarkan kerajinan sulam tangan ke pengrajin tidak bisa hanya sekadar transfer kepandaian menjahit dan sulam tangan saja, tetapi  untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap pekerjaan ini setiap hasil pekerjaan harus saya apresiasi dan hargai dengan memberi upah untuk setiap kain yang selesai dikerjakan walaupun hasilnya masih belum sesuai dengan keinginan saya.


Namun saya yakin hasil yang baik tinggal menunggu waktu, karena motivasi pengrajin harus ditumbuhkan terus dengan cara menghargai hasil karya mereka walaupun dengan pengorbanan berupa biaya upah yang harus saya keluarkan.

Untuk menunjang hasil yang bagus tentunya harus  dengan menanamkan seni menyulam tangan dan merangkai warna benang diatas kain aplikasi, sehingga  semakin menumbuh rasa cinta kepada sulam tangan itu sendiri.

Dengan melakukan pembinaan yang terus menerus semua pengrajin Rumah Sulam Batu Benawa saat ini sudah merupakan tenaga yang  bisa di perhitungkan dan  siap mandiri jika mereka menginginkan untuk berdiri sendiri.


Perlu pembaca ketahui keterampilan sulam tangan ini sebenarnya saya dapatkan dari tanah leluhur saya di Padang Panjang Sumatera Barat. Pada mulanya secara tidak sengaja  pada sewaktu pulang kampung halaman saya belajar sulam tangan disana disamping itu juga belajar sulam tangan dari Ibu Saya yang memiliki keahlian menyulam  turun temurun.

Saat kami pindah ke Banjarmasin kampung halaman suami saya, saya melihat gaya hidup terutama kaum perempuan Banjarmasin yang suka memakai gaun busana modis dalam menghadiri acara resepsi.  Saya juga melihat karakter Ibu-Ibu di Kota Banjarmasin yang menyukai busana dan gaun yang bercorak macam-macam bahkan terkesan wah…untuk menghadiri acara.

Pengamatan saya setiap acara resepsi  atau acara pengajian busana yang dipakai para Ibu-Ibu selalu berbeda sehingga saya mendapat kesimpulan bahwa busana untuk acara-acara di kota Banjarmasin merupakan suatu kebutuhan yang cukup tinggai.

Sehingga  saya terpikir kenapa tidak mencoba mengembangkan busana-busana yang dapat dipakai para Ibu-Ibu   yang bisa menambah nilai kepada si pemakainya.

Berbeda dengan pakaian-pakaian yang terkesan pasaran yang dibuat dalam jumlah banyak sehingga si pemakai terkesan tidak memiliki prestise tersendiri. Busana yang saya  tawarkan adalah busana khusus dengan motif sulam tangan khas motif Banjarmasin dipadu dengan motif lain dan telah di modifikasi sedemikian rupa serta dilengkapi dengan pernik pernik yang dapat menunjang keindahan sulam tangan itu sendiri seperti batu batuan, permata, monte, dll.


Selain itu kami juga melayani busana untuk ibu ibu yang menginginkan model dan motif sulam yang berbeda dengan yang lainnya, sehingga kami hanya memproduksi model dan motif satu jenis saja untuk satu pelanggan.

Model Busana pun dikembangkan sesuai dengan model-model yang ada di majalah yang sedang trend modenya. Bahan pakaian dipesan khusus dari pelanggan saya di Jakarta dengan jenis kain yang berkwalitas dan yang sedang di gemari.

Harga yang kami tawarkan pun cukup terjangkau berkisar antara Rp. 150.000,- s/d Rp. 600.000,- tergantung jenis kainnya. Pelanggan bisa hanya membeli bahan yang sudah di sulam saja, tetapi kami juga melayani para pelanggan yang langsung minta di rancangkan dan di jahitkan.

Prinsip yang selalu saya tekankan kepada pengrajin adalah kepuasan pelnggan adalah tolak ukur keberhasilan kita. Semua kebutuhan dan masalah pelanggan mengenai busana akan terselesaikan dengan mengunjungi rumah sulam kita. Karena sering sekali pelanggan yang datang masih bingung dalam menentukan bahan, motif sulaman, serta model baju yang cocok untuk ukuran tubuh mereka, maka kami selalu siap untuk membantu.

Dengan pelayanan yang kami berikan saat ini pelanggan tidak hanya berasal dari dalam kota Banjarmasin saja tetapi sudah berasal dari beberapa propinsi di Kalimantan.

Untuk memperluas pasar saya juga menerapkan penjualan secara multi level, dimana kami juga melayani para penjual yang mengambil dalam jumlah banyak, tetapi motif maupun model tetap saya batasi jumlahnya demi mempertahankan kwalitas dan pasar yang ada.

Seiring dengan berjalannya waktu usaha ini terus meningkat dengan tenaga kerja yang sudah terlatih dan kami Rumah Sulam Batu Benawa siap melayani anda para ibu ibu yang ingin tampil beda dengan busana yang elegan.


Pesanan dapat juga dilayani melalui telpon dengan motif dan model seperti yang mereka lihat dari pemakai lain namun saya tetap buatkan secara khusus sehingga tetap para pemakai lama juga tidak kecewa karena ada pakaian yang sama.

Melihat perkembangan yang luar biasa ini saya mencoba terus mengembangkan usaha sulam tangan ini karena suami  juga mendukung  bahkan saya mulai mampu menabung dari hasil jerih payah saya.

Hasil produksi juga banyak dipesan untuk gift khas Banjarmasin oleh beberapa kantor Instansi di Banjarmasin.

Sekarang usaha ini terus kami jalankan dan kembangkan, saya tetap berkomitmen dengan keinginan saya bahwa usaha ini dapat menjadi penghasilan tambahan dan membantu bagi para Ibu-Ibu dan remaja puteri di Banjarmasin khususnya jln. Batu Benawa .

Usaha sulam tangan ini sudah menjadi sumber hidup untuk dapat  menunjang kehidupan para pengrajin di Lingkungan Jalan Batu Benawa II Banjarmasin.

Penulis Ibu Farid

——00000OOOO00000——-

Sulam tangan khas banjarmasin

Posted by | Article | Friday 6 November 2009 6:17 am

Awalnya sulam tangan diilhami dari keinginan untuk memiliki sebuah icon kerajinan tangan khas kota  Banjarmasin yang sudah jarang. Kerajinan sulam tangan hanya banyak diaplikasikan dalam hiasan taplak meja, tas tangan, hiasan dinding dll  namun tidak terlihat aplikasi dalam busana pakaian yang look  fashionable dan modis.  Output pun menjadi semakin tidak memiliki arti padahal telah dikerjakan dalam waktu berhari-hari dari jemari-jemari lentur para pengrajin dengan motif yang sangat kaya inspiratif dan etnik.

Kegiatan kerajinan sulam tangan yang banyak digemari kaum ibu-ibu dan gadis remaja hanya  tersimpan dalam sebuah kegiatan-kegiatan mengisi waktu luang bahkan dapat juga dikatakan dari pada sekedar mengganggur. Kondisi ini semakin memperpuruk kerajinan sulam tangan menjadi nyaris tidak bernilai.  Bahkan tidak tersentuh arus komersial yang mendatangkan penghasilan tambahan.

Untuk mengangkat aktivitas yang tidak bermakna menjadi sebuah aktivitas bernilai dan penuh moral terutama fungsinya mengangkat harkat para pengrajin yang nota bene para ibu-ibu dan gadis remaja dibutuhkan upaya-upaya membangun moral  para pengrajin dengan memberikan apresiasi hasil berupa penghasilan tambahan yang dapat membantu keluarga.

Aplikasi dikembangkan kedalam output yang lebih bernilai dan variatif,  motif lebih dikembangkan dalam nuansa kreasi mode yang lebih modern dan berselera pasar tentunya.  Hasil kerajinan tentunya  tidak secara otomatis dapat diterima lapisan masyarakat,  perlu dikembangkan lagi dalam nuansa fashion yang lebih modis dengan motif-motif  kreatif yang dikombinasikan dengan motif etnik dari luar daerah bahkan luar negeri sehingga output dapat diterima pasar.

Busana dengan sulam tangan khas Banjarmasin,  saat ini banyak sangat digemari kalangan tertentu terutama kalangan menengah keatas.  Hal ini tidak lepas dari aplikasi sulam tangan dalam bentuk gaun maupun pakaian muslim yang motif sulamnya menyesuaikan bentuk dan model fashion yang dipakai sesuai dengan keinginan sipemakai (user).

Perkembangan sulam tangan bukan hanya itu saja aplikasi dalam motif yang lebih kaya inspiratif dan motif lebih berani bahkan dapat dipadu dengan batik sasirangan maupun batik lainnya serta  perkembangan model pakaian yang sesuai dengan perkembangan mode  dan lebih elegan dengan tetap tidak meninggalkan ciri khas sulam tangan Banjarmasin  telah menjadikan sulam tangan khas Banjarmasin dapat diterima semua kalangan.